Want to translate? Click please

Desember 30, 2013

Kematian Adalah Seni Keindahan

Apa yang kita fikirkan ketika mendengar "Kematian" ?
Takut? Gelisah? Biasa saja? Atau senang?





Embedded image permalink
Jika kalian tanyakan pada sahabat Rasul mereka mencintai kematian, lebih dari cintanya seorang bayi akan air susu ibunya.
Why you say?







Apa tujuan kita hidup dan diciptakan?
Apakah berpengaruh jika saya tidak ada di dunia ini?
Apa kita berguna di dunia ini?

Pertanyaan yang sering muncul pada masa masa ABG seperti sekarang, alhamduliLlah udah melewati pertanyaan pertanyaan itu :"))
Jawabannya simpel.
Tujuan kita hidup adalah untuk beribadah kepadaNya, mencari bekal untuk kehidupan kekal nantinya, mencari ridhaNya. Allah tidak akan menciptakan suatu makhluk hidup tidak lain hanya untuk beribadah kepadaNya.
Berpengaruh dan engganya? Jelas sangat berpengaruh. Allah sudah menciptakan kita, dalam keluarga yang sudah jadi islam (sebagian besar) dan di lingkungan yang kita berada dengan teman-teman yang ada. Jika tidak ada? akankah semua itu terjadi? Sudah ketentuan Allah kalian hidup sampai sekarang.
Berguna apa engganya? Itulah jawaban yang harus kalian cari sendiri. Sungguh mulia seseorang jika dia bisa berguna bagi orang lain (dalam hal halal yaa) dan sensasi luar biasa jika kita sudah merasakannya.


Kalau begitu tiap benda yang hidup akan mati? Pasti.
Kalau gitu kenapa kita diciptakan padahal bakal mati lagi? Kita diciptakan untuk beribadah kepadaNya soal yang lain?  WAllahu'alam bissawab.

Wajar sekali kebanyakan manusia takut akan "kematian" sifat alamiah yang timbul karena berbagai hal misalkan
ia masih merasa berdosa (udah tau setaip makhluk akan mati tapi gamau tobat-__-")
ia takut apa yang ada dalam kubur (kembali lagi ke atas-__-" )
ia takut akan meninggalkan hal hal duniawinya yang sudah nyaman (hal hal duniawi yang kita miliki hanya titipan Allah dan perantara kita menujuNya:]] )

Sebelumnya mari kita bahas ini.
Ya, semua hal di dunia ini, mau keluarga, harta, pacar, suami/istri, pekerjaan dll adalah titipan dan sarana menujuNya.
Pada akhirnya di masa dimana kita akan dikumpulkan anak lelaki dan harta pun tidak akan bisa menolong kita jika kita menyiakan mereka. Pada akhirnya kita yang terlahir sendirian ke dunia ini akan dimatikan dan dibangkitkan sendirian.

Sarana? Ya, hidup ini siklus, kita terlahir dalam sebuah keluarga, dalam bentuk kecintaan mereka terhadap Allah mereka rukun saling membantu dan mengajari menujuNya, hormat pada orangtua karena mereka adalah titipan Allah yang berharga. Harta jika kita rajin bersedekah membantu yatim piatu maka mereka akan menolong kita di akhirat.
Pacar? Sudah jelas gaboleh masa bisa nolong? Makanya nikah bangun keluarga dan start the siklus again, karena pernikahan adalah ibadah terberat, komitmen serta tanggung jawab yang tinggi hanya untuk beribadah kepadaNya.
Dengan cinta yang kalian miliki terhadap Allah maka Allah akan membalas cinta kalian dengan menghadirkan pasangan hidup yang akan membawa anda semakin menujuNya. Maa syaa` Allah.....:"""))


Inilah yang membuat para sahabat Rasul tidak takut akan kematian... mereka takut hanya kepada Allah bukan terhadap kematian, karena kematian adalah sebuah seni keindahan.
Pengen sekali saya merasakan rasa itu... rasa dimana kematian itu indah:")) tapi apa daya masih belajar:") belum sampai tahap itu :")



Menurut para sahabat kematian adalah seni karena :
Al Quran memaparkan tentang kematian kepada kaum mukminin sebagai akhir kehidupan yang pendek lagi fana dan melelahkan ini. Kematian menyambut kehidupan yang tenang penuh kebahagiaan,kesejahteraan dan kenikmatan. Didalamnya terdapat apa yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga dan tidak pernah terlintas dalam benak manusia berupa kenikmatan dan kemuliaan. Semua itu disediakan bagi orang yang mengetahui bagaimana berbuat baik dengan ilmunya dalam kehidupan, juga bagi orang yang berbuat baik dalam memilih metode kematian.
Al Quran lalu memaparkan bahwa kematian adalah takdir yang telah ditentukan, lari dan hati hati tidak akan menyelamatkan darinya. Tak seorangpun yang akan dapat lari. Setiap orang akan mati menurut ketentuan Allah yang telah Dia takdirkan. Tetapi mereka semua berbeda cara kematiannya.
Orang orang mukmin generasi pertama telah memahami hakikat seni ini. Mereka mencintai kematian, karena itu mereka dianugrahi kehidupan. Hal ini tercermin dalam ungkapan abadi Abu Bakar Ra, “ Wahai Khalid, bersungguh sungguhlah mencari kematian, niscaya engkau dianugrahi kehidupan.”


Cintailah kematian karena kalian akan dianugrahi kehidupan.
"Berbuatlah untuk duniamu seakan engkau akn hidup selamanya & berbuatlah untuk akhiratmu seakan engkau akan mati besok pagi". (Ibnu umar)

and the key is always Allah.... always:")
(Sumber dikit : http://www.eramuslim.com/nasehat-ulama/semuanya-pun-akan-mati-mari-buat-indah-dengan-seni-kematian.htm )



Wassalam.


Black Moustache