Mindset yang paling normal terjadi pada kita.
Hal normal yang kita anggap biasa dan benar namun salah dan tidak benar.
Dikritik.
Dinasehati.
Teorinya sih dikritik bisa membuat semangat untuk membangun untuk memperbaiki.
Prakteknya?
Believe it or not pasti ada membantahnya.
Walau sedikit.
Membela diri pastinya.
Atau engga masuk kuping kanan keluar kuping kiri dan hanya angguk angguk sok perihatin sok terharu dengan nasihat apa akibat dan pengaruhnya jika menjalankan ini itu.
Dikritik ujung ujungnya ingin menunjukan bisa, balas dendam ceritanya dengan bukti lu bisa.
Tapi jujur aja.
Mindset kita yang satu ini sangat salah. Teori doang yang dapet kita terima tapi tak bisa dipahami.
Dalam Islam justru kesalahan dirilah yang paling dicari oleh para sahabat.
Rendah hati dan menerima segala kritik dan nasihat secara ikhlas dan tenang, mengakui kesalahan.
Karena jujur aja, kita pasti sangat pasti akan membela diri walau ga didepan orangnya pasti kita berpikir bagaimana cara tetap menjalankannya karena hal itu enak seru kalau ga dilanjutin bisa apa, walaupun kita tau itu ga bener tapi kita tetap mencari cari alasan biar buat hal itu baik.
Misalnya udah tau pacaran ga baik. DOSA tapi tetap mencari alasan mempertahankan pacaran itu kan? Apalagi mendepankan 'perasaan'.
Perasaan apa nafsu semata? Sampai mencari alasan biar halal, perasaan?
Para sahabat Rasul justru senang dibenci di kritik karena mereka lah yang dapat membuat para sahabat ini menjadi manusia manusia yang mulia.
Mereka mencintai orang yang mengrkritik mereka, tidak ada rasa balas dendam untuk membuktikan tapi mereka rasa itu adalah teguran dari Allah lewat mereka.
Jadi kalau dikritik.. dinasihatin..
Terima, tanyakan dulu kenapa akibatnya...
Terserah mau diterima atau tidak. Mau memikirkan kembali akibat akbiatnya atau tidak.
Gua juga sedang belajar....
Mari belajar bersama sama....
Wassalam.